Minggu, 22 April 2012

POHON TERMAHAL DI DUNIA "GAHARU "


"Sudah gaharu, cendana pula". Itulah pepatah yang menggambarkan bahwa kedua jenis kayu tersebut melambangkan kemakmuran. Kayu cendana maupun gaharu (dari jenis Aquilaria spp) merupakan kekayaan sumber daya alam dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Gaharu adalah bahan aromatik termahal di dunia. Harga gaharu kualitas baik di tingkat konsumen di pasar internasional, harga gubal gaharu sekarang mencapai Rp. 25jt per Kg, sedangkan kayunya berkisar antara Rp. 50 – 500rb per Kg tergantung warnanya, semakin hitam semakin mahal. Nilai ekonomis Gaharu bisa mencapai Rp. 10jt – 75jt per pohon tergantung proses perawatannya. Gaharu adalah bahan dasar parfum, kosmetik dan obat-obatan (farmasi). Parfum diperoleh dari hasil ekstraksi resin dan kayunya. Gaharu sudah dikenal sebagai komoditas penting, semenjak jaman Mesir Kuno. Mumi mesir, selain diberi rempah-rempah (kayumanis, cengkeh), juga diberi cendana dan gaharu. Nama dagang lainnya adalah agarwood, heartwood, dan eaglewood. Di pasar internasional, gaharu murni diperdagangkan dalam bentuk kayu, serbuk dan minyak (parfum). Kayu gaharu bisa dijadikan bahan kerajinan bernilai sangat tinggi, atau untuk peralatan upacara keagamaan. Serbuk gaharu digunakan untuk dupa/ratus, dan minyaknya merupakan parfum kelas atas. Serbuk gaharu sebagai dupa akan dibakar langsung dalam ritual keagamaan. Baik Hindu, Budha, Konghucu, Thao, Shinto, Islam dan Katolik. Kayu gaharu disebut sebagai kayu para dewa. Aroma gaharu karenanya dipercaya mampu menyucikan altar dan peralatan peribadatan lainnya.
Menanam 5 (lima) saja pohon Gaharu di pekarangan / kebun setara untuk NAIK HAJI PLUS 5-10 th mendatang, InsyaAllah
Gaharu yang sekarang beredar di pasaran, semuanya berasal dari perburuan dari hutan. Para pencari gaharu, kadang-kadang tidak membedakan, mana kayu yang ada gubalnya, dan mana yang tidak. Hingga semua pohon Aquilaria yang dijumpai akan ditebang. Akibatnya, populasi kayu Aquilaria terus terkikis dan makin langka. Dalam pertemuan ke 13  Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES CoP 13) di Bangkok, Thailand, 2 -14 Oktober 2004, genus Aquilaria telah dimasukkan dalam apendik II. Hingga pengambilan gaharu dari alam, sebenarnya dilarang. Tetapi karena tingginya nilai gaharu, maka pencarian gaharu dari hutan terus berlangsung tanpa bisa dicegah.
Dari beberapa hasil penelitian di Universitas ternama di Indonesia dan Malaysia kini Gaharu bisa di budidaya. Dengan Gaharu jadikan kebun / pekarangan anda menghasilkan Milyaran rupiah 5-10 tahun ke depan.
Mengapa harus Gaharu ??
1.       Pohon ini kelas CITES II. Hampir punah di seluruh dunia.
2.       Penebangan secara liar di hutan harus mendapatkan ijin CITES INTERNATIONAL.
3.       Manfaat dan kasiatnya sangat banyak.
4.       Permintaan pasar dunia sangat tinggi untuk kayu jenis ini.
5.       Mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi, cocok untuk investasi sekaligus penghijauan.

Cara menanam Gaharu :
Gaharu bisa ditanam di berbagai jenis tanah (berhumus, berpasir, berbatu dsb) asalkan tidak berair (tanah sawah / rawa) dan bisa hidup pada berbagai ketinggian 0-1000 dpl. Cara menanam Gaharu bisa monoculture (tersendiri) atau integrasi (campur sari / dipadukan dengan tanaman yang lain). Jarak ideal tanaman ini satu dengan yang lain adalah 3 x 3 meter.  Pemupukan dilakukan 3-4 x dalam setahun, hindari dari pupuk kimia dan gunakan pupuk kandang / organik, selain harganya murah pupuk kimia akan mempengarui aroma dari Gaharu setelah di panen nantinya.

Inokulasi
Tanaman yang sudah berumur 3 tahun lebih atau sudah memiliki diameter -+ 12 cm siap untuk di inokulasi.
Inokulasi adalah penyuntikan serum (jamur/fungi) ke dalam kayu gaharu sehingga menjadi ter-infeksi dan akan menghasilkan resin damar wangi setelah 6 bulan -2 tahun setelah penyuntikan.


Berikut adalah langkah inokulasi untuk menghasilkan damar wangi pada Gaharu setelah pohon berdiameter min 12 cm.
1.       Buatlah lubang berdiameter 3mm pada akar, batang, cabang dan ranting pohon gaharu.  Jarak lubang satu dengan yang lain 10 cm dan dibuat saling silang / spiral.
2.       Siapkan inokulum cair (fusarium sp), suntikkan ke dalam lubang masing-masing 1 cc per lubang.
3.       Khusus lubang pada akar tutup lubang dengan parafin / lilin.
4.       Setelah 1 bulan cek lubang tsb dengan menggunakan sayatan pada kulit, apabila warna berubah menjadi kehitaman berarti gubal gaharu mulai terbentuk.


Warna hitam pada penampang batang Gaharu inilah yang dijadikan dasar dalam penentuan kualitas gaharu. Semakin hitam / pekat warnanya, semakin tinggi kandungan damar wanginya, dan akan semakin tinggi pula nilai jualnya. Ciri pohon gaharu yang produktif dapat dikenali melalui warna atau noda hitam dan aroma harum.








GO GREEN INDONESIAKU
Dengan menanam pohon Gaharu ini berarti ikut memelihara bumi dan lingkungan kita sambil menyiapkan masa depan kita

Kami melayani :
1.       Penjelasan / presentasi Gaharu secara lengkap mulai dari penanaman sampi pemasaran.
2.       Penjualan bibit dalam Gaharu jenis Aquilaria Malaccensis.
3.       Penjualan Fusarium sp / bahan inokulan Gaharu.
4.       Film dokumentasi resmi TVRI tentang Gaharu.
5.       Jual beli hasil kayu Gaharu


Untuk lebih jelasnya silahkan mengunjungi : www.jualgaharu.com


Nama    :  Sumantri

Telp        :  081 2827 9 6070 / 0856 136 7 168  / 0216879 2020

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar